Adalah Lin Mun Poo, warga Malaysia yang mengaku telah masuk ke dalam sistem komputer bank sentral AS dan juga sistem jaringan data komputer institusi keuangan lainnya. Selain itu Poo juga menawarkan kartu kredit curian serta nomor data kartu kredit yang didapatnya.
"Keputusan hakim ini menjadi pesan bagi para hacker di seluruh dunia bahwa tidak ada tempat untuk mereka berbisnis di negara ini," kata Jaksa Loretta Lynch seperti dikutip dari AFP, Sabtu (5/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditangkap, Poo memegang 122 ribu lebih kartu kredit curian dan nomor data kartu kredit.
Departemen Kehakiman AS mengatakan Poo telah melakukan cybercrime yang mengancam keamanan negara. Karena Poo juga telah menyelundup ke dalam sistem komputer Pentagon yang berisi data-data militer AS.
(dnl/dnl)











































