Kemampuan Masyarakat RI Membayar Utang Masih Tinggi

Kemampuan Masyarakat RI Membayar Utang Masih Tinggi

- detikFinance
Rabu, 09 Nov 2011 16:25 WIB
Jakarta - Kemampuan membayar kredit dari rumah tangga di Indonesia masih sangat besar, tercermin dari rendahnya rasio utang terhadap modal yang hanya 7%.

"Kemampuan para rumah tangga dalam membayar utang masih besar. Sebetulnya dari sisi kemampuan membayar tidak ada masalah," ucap Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/11/2011).

Dalam survei rumah tangga yang dilakukan BI, rata-rata Debt to Equity Ration (DER) di Indonesia dibawah 7%. Ini mencerminkan kemampuan utang yang masih besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, kredit konsumen perbankan nasional didominasi oleh pembeli pertama misalnya dalam kasus pembelian rumah. Sementara nasabah yang akan kredit untuk pembelian beberapa rumah belum banyak. Namun, apakah potensi risiko gagal bayar bisa terjadi? Halim akan mensurvei lebih lanjut.

"Kebanyakan consumer lending adalah first buyer. Bukan untuk orang yang membeli beberapa rumah. Kita akan melakukan penelitian lebih lanjut, karena ada beberapa sektor yang mungkin perlu ada perhatian," ucapnya.

"Consumer lending di Indonesia masih punya room, tanpa harus meningkatkan risikonya," tegas Halim.

BI optimistis pertumbuhan kredit 2011 masih akan sejalan dengan RBB, sekitar 24%. Faktor pertumbuhan kredit karena suku bunga yang menarik, ditengah, demand yang tinggi, serta perekonomian yang tetap tumbuh.

Lanjut Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad, pertumbuhan kredit hingga September mencapai 25%. Dimana pertumbuhan tertinggi berada di sektor investasi 31%, kemudian disusul dengan modal kerja 24%, dan 23,8% untuk kredit konsumsi.

"Apakah 25% ketinggian, menurut saya belum. Kredit bank masih on track. Meski tumbuh tapi rasio kredit terhadap GDP masih sangat rendah," imbuhnya.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads