Ketua Perbanas Sigit Pramono menuturkan ada empat faktor yang mendorong penurunan suku bunga dasar kredit (SDBK).
"Pertama, jika suku bunga tabungan, giro, dan deposito lebih dulu diturunkan. Ketiga hal itu kan ibaratnya kulakan kami. Kalau tiga hal itu belum turun jangan berharap bunga kredit akan turun," kata Sigit di Jakarta, Kamis (10/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketiga yakni kemampuan perbankan melakukan efisiensi sebaik mungkin. Dengan begitu, perbankan bisa mengurangi beban biaya (cost of fund) dan ujung-ujungnya bisa menjual produk lebih murah," paparnya.
Adapun pertimbangan keempat yakni faktor premi risiko, yang akan sangat bergantung kepada kondisi makro perekonomian dalam negeri.
"Semakin baik kondisi makro, maka makin baik pula premi risiko dan berdampak pada penurunan bunga kredit. Secara jangka panjang penurunan BI rate dan SBDK inline. Hanya saja, tidak serta-merta. Ada rentang waktunya yang tidak bisa langsung dipastikan," jelas Sigit.
Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Wimboh Santoso mengatakan biasanya akan ada time leg penurunan bunga kredit ketika BI Rate turun.
"Biasanya waktunya 3 bulan," tuturnya.
Dan jangan heran, Wimboh menambahkan ketika BI Rate naik serta merta memang bank biasanya langsung menaikkan suku bunganya.
"Naik itu memang lebih mudah daripada turun. Banyak faktornya bank untuk menurunkan bunga kredit," tegas Wimboh.
(dru/dnl)











































