Rapat Dewan Gubernur memandang penurunan BI Rate ini sejalan dengan tekanan inflasi kedepan yang semakin rendah sekaligus sebagai langkah perbaikan terhadap struktur suku bunga (term structure) jangka pendek, menengah dan penjang.
"Penurunan tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi dampak memburuknya prospek ekonomi global terhadap perekonomian Indonesia," demikian hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang disampaikan oleh Juru Bicara BI Difi Johansyah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (10/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara itu kondisi pasar keuangan domestik semakin stabil disertai sentimen pasar yang positif seiring dengan berbagai kebijakan yang ditempuh BI bersama dengan pemerintah," jelasnya.
Kedepan, Dewan Gubernur terus mewaspadai perkembangan ekonomi global, yang masih diliputi ketidakpastian, seiring belum solidnya penyelesaian masalah utang dan fiskal di Eropa dan AS.
"Dewan Gubernur akan menempuh respons suku bunga serta bauran kebijakan moneter dan makroprudensial lainnya untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memitigasi potensi penurunan kinerja perekonomian Indonesia dengan tetap mengutamakan pencapaian sasaran inflasi, yaitu 5 plus minus 1 persen pada tahun 2011 dan 4,5 plus minus 1 persen di 2012," papar Difi.
Dewan Gubernur juga menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap kuat meskipun kekhawatiran terhadap prospek ekonomi dunia masih tinggi. "Secara keseluruhan tahun 2011 pertumbuhan ekonomi diprakirakan mencapai 6,5%," tutur Difi.
BI mengharapkan dengan suku bunga acuan BI yang turun ini diharapkan diikuti oleh suku bunga perbankan khususnya suku bunga kredit. "Kita harapkan industri perbankan dapat melihat lebih jauh impact dari penurunan ini," tutup Difi.
(dru/qom)











































