Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Jumat (11/11/2011).
"Penelitian BI menunjukkan terdapat time lack yang bisa sekitar 2 kuartal dalam penurunan bunga kredit," jelas Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas biaya dana akan turun. Namun penurunan ini jika tidak disertai oleh penurunan efisiensi bank dampak terhadap suku bunga kredit akan rerlatif terbatas," ungkap Muliaman.
Berdasarkan Laporan Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) November 2011, BI menyampaikan suku bunga kredit masih terus menurun, sementara suku bunga deposito bergerak relatif stabil. Dibandingkan dengan Agustus, sampai dengan September 2011 suku bunga kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI) dan kredit konsumsi (KK) masing-masing turun sebesar 11, 4 dan 5 bps menjadi 12,39%, 12,06% dan 14,25%.
Sementara itu, suku bunga deposito 1 bulan relatif stabil pada level 6,83%, hanya naik 3 bps dari Agustus 2011. Dengan perkembangan tersebut, spread suku bunga kredit terhadap deposito menjadi 6,07%, turun dari 6,17% pada Agustus.
Suku bunga giro dan tabungan Rupiah juga relatif stabil masing-masing sebesar 2,23% dan 2,62% dibandingkan Agustus sebesar 2,22% dan 2,67%. Berdasarkan perkembangan tersebut, spread antara suku bunga kredit terhadap rata-rata tertimbang suku bunga giro dan tabungan menjadi sebesar 10,42%, menyempit 2 bps dibandingkan dengan Agustus 2011.
(dru/qom)











































