BI Teliti Kenapa Bank Susah Turunkan Bunga Kredit

BI Teliti Kenapa Bank Susah Turunkan Bunga Kredit

- detikFinance
Jumat, 11 Nov 2011 11:17 WIB
BI Teliti Kenapa Bank Susah Turunkan Bunga Kredit
Jakarta - Bank Indonesia (BI) tengah melakukan kajian khusus mengenai tingginya biaya dana alias overhead cost yang menyebabkan bunga kredit susah turun. BI mengakui memang bank-bank RI masih belum efisien alias boros.

"Sebetulnya lending rate kita sudah turun. Dibandingkan beberapa waktu yang lalu kan sudah turun. Hanya penurunannya memang tidak cepat. BI sedang meneliti apa yang membuat saluran mekanismenya terhambat," ungkap Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta, Jumat (11/11/2011).

Menurut Halim memang berdasarkan kajian BI pada tahun 2001-2004 ada kenaikan biaya dana yang agak cepat. Tetapi kembali kepada kajian, BI belum mengetahui kenapa alasan beban biaya dana menjadi lebih besar dan cepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi dari 2004 hingga sekarang biaya yang ditanggung bank relatif sudah tidak terlalu besar. Kita ingin tahu pada 2001 sampai 2004 mengapa biaya overhead itu cepat naiknya. Tapi pada saat yang sama kita tahu ROA (Return on Asset) bank pada 2001 hanya 1,5%, tapi sekarang bisa sampai 3% bahkan di atas," terangnya.

"Kita ingin tahu apakah untuk mengejar pertumbuhan yang besar itu membutuhkan dana overhead yang juga besar karena butuh ekspansi, butuh tambahan equipment, atau butuh orang-orang lebih baik. Kita masih meneliti," imbuh Deputi Bidang Pengawasan Bank ini.

Namun di sisi itu semua, Halim mengakui terdapat beberapa bank yang belum efisien. Hal ini menjadi dampak mengapa bunga kredit bank susah turun.

"Memang kita melihat ada bank yang efisien dan ada yang kurang efisien. Nanti kita bisa membedakan setelah penelitian ini," tuturnya.

"Karena jika bank efisien marginnya tidak terlalu besar, dia semakin kompetitif sehingga sensitifitas bunganya, bunga kreditnya tidak akan jadi lebih tinggi. Sekarang ini yang sensitif terhadap BI Rate itu suku bunga deposito, ketika BI Rate naik dia ikut ketika BI Rate turun, dia ikut turun. Tapi lending rate agak datar. Jadi ada perbedaan perilaku pendanaan dan kredit," paparnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads