"Sebetulnya lending rate kita sudah turun. Dibandingkan beberapa waktu yang lalu kan sudah turun. Hanya penurunannya memang tidak cepat. BI sedang meneliti apa yang membuat saluran mekanismenya terhambat," ungkap Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta, Jumat (11/11/2011).
Menurut Halim memang berdasarkan kajian BI pada tahun 2001-2004 ada kenaikan biaya dana yang agak cepat. Tetapi kembali kepada kajian, BI belum mengetahui kenapa alasan beban biaya dana menjadi lebih besar dan cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin tahu apakah untuk mengejar pertumbuhan yang besar itu membutuhkan dana overhead yang juga besar karena butuh ekspansi, butuh tambahan equipment, atau butuh orang-orang lebih baik. Kita masih meneliti," imbuh Deputi Bidang Pengawasan Bank ini.
Namun di sisi itu semua, Halim mengakui terdapat beberapa bank yang belum efisien. Hal ini menjadi dampak mengapa bunga kredit bank susah turun.
"Memang kita melihat ada bank yang efisien dan ada yang kurang efisien. Nanti kita bisa membedakan setelah penelitian ini," tuturnya.
"Karena jika bank efisien marginnya tidak terlalu besar, dia semakin kompetitif sehingga sensitifitas bunganya, bunga kreditnya tidak akan jadi lebih tinggi. Sekarang ini yang sensitif terhadap BI Rate itu suku bunga deposito, ketika BI Rate naik dia ikut ketika BI Rate turun, dia ikut turun. Tapi lending rate agak datar. Jadi ada perbedaan perilaku pendanaan dan kredit," paparnya.
(dru/dnl)











































