BI 'Paksa' Bank Turunkan Bunga Kredit

BI 'Paksa' Bank Turunkan Bunga Kredit

- detikFinance
Jumat, 11 Nov 2011 13:56 WIB
BI Paksa Bank Turunkan Bunga Kredit
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution 'gerah' ketika bank belum juga menurunkan bunga kreditnya. Bank sentral tidak lagi hanya berharap kepada bank untuk menurunkan suku bunga kreditnya namun akan ada tindakan konkrit yang harus tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB).

"Kita ingin ada satu hal kita ingin perbankan mempunyai waktu, jangan lupa bank-bank akan memasukkan RBB (Rencana Bisnis Bank) mulai akhir bulan ini. Ini berlangsung sampai Desember 2011, kita bertekad untuk mencermati RBB masing-masing bank," kata Gubernur BI Darmin Nasution di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (11/11/2011).

"Kita tidak bisa lagi sekedar menurunkan policy rate, kemudian lihat-lihat SBDK-nya (Suku Bunga Dasar Kredit) kemudian kita berharap mereka menurunkan lending rate. Tidak," tegas Mantan Dirjen Pajak ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin mengatakan, BI akan memanggil jajaran industri perbankan. Dimana akan dilihat mengenai RBB setiap bank.

"Kita akan lihat RBB-nya, dan kita akan panggil mereka. Kalau kita anggap RBB-nya tidak memasukkan faktor perubahan (BI Rate) kedalam rencana mereka," tuturnya.

"Bank kita itu, selalu pakai alasan. RUPS sudah menetapkan segitu, NIM segini, jadi ya itu, ya sudah. Itu tidak bisa," tegas Darmin.

Untuk itu, Darmin mengatakan BI akan melihat dulu sebelum masuk tahun 2012. Bank mempunyai waktu 2 bulan biasanya sebelum akhirnya di setujui BI mengenai perubahan RBB sebelum akhir bulan Januari 2012.

"Kan cukup ada waktu mencermati semua dan bicara kepada pimpinan bank-nya dan kita anggap bahwa mereka belum mengakomodir itu, penurunan policy rate kita kan punya perhitungan bukan sekedar apa namanya ikut kebiasaan saja, kita berdasarkan apa yang kita tahu dan lakukan," tambah Darmin.

"Jadi Intinya bank akan dipaksa ya?," tanya wartawan.

"Saya ngga mau nambah-nambahin ah. Kalimat saya itu saja, mencermati RBB bank satu-satu terutama yang besar. Kita bisa setuju dan tidak nantinya kan RBB bank dilihat kalau tidak setuju ya tidak bisa kan mereka," tutur Darmin.

Menurutnya bank harus mengakomodir dan melakukan efisiensi dalam RBB karena penurunan BI Rate ini.

"Bukan hanya policy rate saja, karena kan efisiensi. Nah itu dilihat dari sejak dari 10 bulan lalu. Nah sekarang waktunya kita tanya itu," katanya.

Lebih jauh Darmin mengakui bahwa dalam penurunan bunga kredit mesti dilihat faktornya dan tidak bisa secara instan.

"Tapi memang jangan berharap begitu policy rate turun lending rate turun tidak bisa itu, kita kan deal dengan perusahaan yang besar misalkan saja bank deal dengan perusahaan besar yang karyawannya banyak soal kredit. Itu mesti diperhatikan," pungkasnya.


(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads