Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto kepada detikFinance, Selasa (15/11/2011).
"Pemerintah Indonesia melalui SPV Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia-2 telah melakukan pricing global sukuk senilai US$ 1 miliar dengan tenor 7 tahun, harga 'at par' pada yield/kupon 4%," tutur Rahmat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan penerbitan ini adalah untuk memenuhi target pembiayaan APBN 2011 dan untuk diversifikasi instrumen pembiayaan APBN dan mengembangkan pasar sukuk Idonesia di pasar keuangan syariah internasional," kata Rahmat.
Adapun para pembeli surat utang ini sebanyak 30% adalah investor Timur Tengah, 12 investor Indonesia, 18% investor asal Eropa, 32% dari Asia, dan 8% investor asal AS.
Jenis investor terbesar pembeli sukuk ini sebanyak 59% adalah Fund Management, dan sisanya bank dan sovereign wealth funds.
Rahmat mengatakan ini adalah penerbitan sukuk global ke dua pemerintah. Sukuk ini akan dicatatkan di bursa Singapura. Penerbitan sukuk ini akan dilakukan 21 November 2011.
(dnl/ang)











































