Menurut sumber yang dekat dengan masalah tersebut seperti dilansir dari Wall Street Journal dan dikutip oleh Reuters, Rabu (16/11/2011), perampingan karyawan itu dilakukan di tengah gejolak pasar dan krisis utang di berbagai belahan dunia.
Pemangkasan karyawan itu diharapkan bisa membantu mengurangi biaya Citigroup. Raksasa finansial asal Amerika Serikat (AS) itu akhir-akhir ini telah bergerak memangkas biaya operasional di Citi Holdings. Sebelum krisis finansial, Citigroup telah menghadapi tekanan dari investor untuk memangkas biaya, yang ternyata meningkat lebih cepat ketimbang pendapatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Citigroup pada Selasa (15/11/2011) kemarin turun tipis 36 sen menjadi US$ 28,01. Dalam setahun lalu, saham Citigroup telah turun 33,85 persen.
(qom/dnl)











































