BI Alihkan Proyek Kredit Mikro Rp 210 M ke Bank Mandiri

BI Alihkan Proyek Kredit Mikro Rp 210 M ke Bank Mandiri

- detikFinance
Jumat, 16 Jul 2004 10:57 WIB
Jakarta - BI mengalihkan proyek kredit mikro (PKM) senilai SDR 15,87 juta atau sekitar Rp 210 miliar kepada Bank Mandiri dalam rangka menggairahkan pembiayaan usaha kecil dan pengentasan kemiskinan. Dana PKM ini berasal dari pinjaman ADB (Asian Development Bank) yang dimulai sejak 10 Januari 1995. Penandatanganan perjanjian pengalihan PKM dari BI ke Bank Mandiri dilakukan oleh Deputi Gubernur BI Maulana Ibrahim dan Dirut ECW Neloe di Gedung BI, Jalan HM Thamrin, Jakarta, Jumat (16/7/2004).Menurut Maulana, pengalihan proyek kredit mikro ini dilakukan sejalan dengan amanat pasal 74 UU BI dimana BI tidak diperkenankan lagi memberikan kredit likuiditas dalam rangka kredit program. Oleh karenanya, pengelolaan penyaluran kredit itu dialihkan kepada BUMN yang ditunjuk pemerintah.Dijelaskan Maulana, sejak tahun 1995, untuk proyek kredit mikro telah terlayani 226 lembaga dana kredit pedesaan, 861 BPR, 6 BPD dan 65 LPSM. Jumlah nasabah mikro yang telah menikmati pinjaman mencapai 1,021 juta orang dimana 47 persennya atau 479.597 diantaranya adalah wanita. Dari kredit mikro yang sudah tersalurkan berdasarkan penilaian ADB dan BPK disebutkan bahwa proyek ini terkategori proyek yang memuaskan karena 87 persen terkategori lancar, 4 persen kurang lancar, 6 persen diragukan dan yang mengalami kemacetan hanya 2 persen. Kepala Biro Kredit BI Ratna E Amiyati menjelaskan, sebelum adanya UU 23/1999 tentang BI, jumlah kredit mikro yang sudah disalurkan sebesar RP 60 miliar sehingga sejak 17 Mei 1999 dana yang berada di BI masih mencapai Rp 210 miliar. Setiap BPR, kata Ratna, akan diberikan plafon dalam jumlah tertentu dengan tingkat bunga pasar. Sementara Neloe menambahkan, dengan pengalihan PKM ini diharapkan penyaluran kredit Bank mandiri kepada usaha mikro akan meningkat mengingat Bank Mandiri sudah memiliki program sejak Januari 2003 lalu untuk menjalin kerjasama dengan 1000 BPR dalam penyaluran kredit. Namun saat ini baru terealisir pada 350 BPR. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads