Demikian disampaikan oleh Departemen Head of Bancassurance Distribution Channel, Asosiasi Asuransi Jiwa, Handojo Gunawan Kusuma di acara Seminar Nasional di Hotel Le-Meridien, Sudirman, Jakarta, Rabu (23/11/2011).
"Pertumbuhan tersebut didorong oleh pangsa pasar dan meningkatnya segmen kelas menengah hingga kebawah. Populasi masyarakat Indonesia terbesar no 4 di dunia dengan jumlah 238 juta jiwa. Dari jumlah tersebut masih banyak yang belum menggunakan asuransi," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pertumbuhan rata-rata dua digit, sampai dengan 2014, total aset industri asuransi jiwa diperkirakan bisa mencapai Rp 500 triliun.
"Sampai saat ini total aset industri jiwa telah mencapai Rp 249 triliun. Dengan pertumbuhan yang cukup tinggi, di 2014 kami proyeksikan aset bisa mencapai Rp 500 triliun," ujarnya.
Handojo menambahkan, untuk mengejar perolehan aset tersebut, diperlukan sebuah program khusus bagi pemegang polis.
"Yaitu tax program, di mana kita bisa memberikan insentif pajak kepada pemegang polis apabila mereka membeli produk asuransi jangka panjang," tuturnya.
Menurutnya, melalui cara tersebut produk asuransi bisa mendorong masyarakat untuk menabung jangka panjang. Hal ini sudah pasti akan meningkatkan aset perusahaan asuransi jiwa.
(dru/qom)











































