Bank RI Masih Kalah Modal dari Malaysia & Singapura

Bank RI Masih Kalah Modal dari Malaysia & Singapura

- detikFinance
Rabu, 23 Nov 2011 16:18 WIB
Bank RI Masih Kalah Modal dari Malaysia & Singapura
Jakarta - Industri perbankan mempunyai fokus khusus untuk saat ini yakni permodalan. Di tengah gejolak ekonomi global dan 'jajahan asing' perbankan nasional perlu meningkatkan kapasitasnya, terutama dari sisi permodalan.

"Di Brasil itu ada tiga bank besar, size (ukuran) satu bank besar itu 10 kali BCA, asetnya sekitar Rp 4.000 triliun sampai Rp 5.000 triliun," ujar Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja dalam Seminar Nasional, di Hotel Le-Meridien, Sudirman, Jakarta, Rabu (23/11/2011).

Menurut Jahja, kawasan ASEAN sendiri memang memiliki bank-bank yang besar. Namun jika dibanding bank lokal masih kalah jauh seperti dengan bank di negara-negara Malaysia, Singapura, dan Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetangga kita Malaysia, Singapura dan Thailand itu size-nya tiga kali bank-bank kita. Nah untuk bersaing itu harus besar juga size bank kita," tutur Jahja.

Untuk itu, dengan pertumbuhan kredit yang semakin pesat maka industri perbankan nasional perlu mulai memikirkan penambahan modal yang jauh lebih besar.

Jahja juga menuturkan, efisiensi perbankan juga menjadi salah satu tantangan utama yang bakal dihadapi perbankan tahun depan. Namun untuk terus tumbuh perbankan juga tidak boleh takut untuk berinvestasi.

"Tetapi walau efisiensi dilakukan namun perbankan harus tetap berani berinvestasi," tambahnya.

Ia menuturkan perbankan masih perlu melakukan ekspansi dengan melebarkan cabang-cabang ke berbagai daerah. Ekspansi semacam ini memang jika dilihat pada jangka pendek nilainya besar. Butuh waktu 1-2 tahun untuk bisa balik modal.

"Pengembangan cabang dan jaringan sangat berarti. Ini Tidak bisa dielakkan kalau tidak mau ketinggalan bank asing. Prospek perekonomian kita sangat besar, harus ditunjang dunia perbankan," kata Jahja.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads