Demikian disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu BP Migas Hardiono dalam seminar Meningkatkan Ekonomi Nasional Di Sektor Migas yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (24/11/2011).
"Kami mengimbau pasar jelas karena risiko rendah harusnya bunganya lebih rendah," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak bank internasional justru yang memberikan pelayanan baik. Bukan bank lokal," tutupnya.
Produksi Minyak Melempem
Dalam kesempatan tersebut, Hardiono mengatakan produksi migas Indonesia saat ini masih di bawah target yang ditetapkan oleh pemerintah. Sampai hari ini rata-rata produksi minyak baru 904 ribu barel per hari (bph), sementara target pemerintah adalah 945 ribu bph.
"Angka persisnya dari target yang ditetapkan pemerintah 945.000 barel ekuivalen per hari. Jadi kita masih di bawah target, ini disebabkan karena kesalahan teknis dan non teknis di dalam produksi minyak mentah dan gas," ujar Hardiono.
Hardiono menjelaskan, BP Migas kedepannya akan lebih memfokuskan untuk memenuhi kebutuhan domestik serta mengurangi ekspor.
"Dari sisi penerimaan kita selalu lebih besar dari target sejak 2005. Tapi dari sisi volume minyak kita belum mencapai target. Namun dalam 4 tahun terakhir volume produksi minyak mulai membaik,"
Lebih lanjut dia mengatakan, BP Migas sekarang ini lebih banyak memproduksi minyak mentah dan gas yang akan melakukan perluasan di Indonesia bagian timur.
"Sementara dahulu lebih banyak di wilayah Indonesia Barat," imbuhnya.
(dru/dnl)











































