Bank Permata Kucurkan Rp 100 Miliar ke Andalan Finance

Bank Permata Kucurkan Rp 100 Miliar ke Andalan Finance

- detikFinance
Jumat, 25 Nov 2011 17:58 WIB
Bank Permata Kucurkan Rp 100 Miliar ke Andalan Finance
Jakarta - PT Bank Permata Tbk mengucurkan kredit Rp 100 miliar kepada PT Andalan Finance Indonesia. Kredit ini diberikan untuk modal pembiayaan otomotif yang dilakukan Andalan Finance.

Direktur Wholesale Banking Bank Permata Roy Arfandy mengatakan, dengan kredit baru ini maka Bank Permata telah memberikan kredit Rp 420 miliar ke Andalan Finance. Tidak disebutkan berapa tenor dan bunga dari kredit baru Bank Permata ke Andalan Finance ini.

"Kami sangat senang dapat melakukan kemitraan dengan Andalan Finance selama ini, yang merupakan salah satu perusahaan multifinance utama dalam pembiayaan mobil khususnya produk unggulan dari Astra Group yaitu Toyota dan Daihatsu," tutur Roy dalam siaran pers, Jumat (25/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bank Permata dan Andalan Finance sedang menjajaki suatu kerangka kerjasama yang lebih luas yang diharapkan secara bertahap akan merambah layanan keuangan-perbankan bagi jaringan distribusi dan value chain untuk produk Toyota yang dinaungi oleh Nasmoco Group secara ekslusif di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Bersama rekan-rekan dari Bank Permata, kami juga sedang mempelajari rancang bangun produk perbankan yang dikhususkan bagi penciptaan nilai tambah bagi lebih dari 100.000 konsumen mobil dan nasabah pembiayaan yang tercatat aktif dalam database usaha kami, berikut strategi pemasaran yang pas," kata Presiden Direktur Andalan Finance Bungai Ongo.

Per Oktober 2011, Andalan Finance telah membukukan pembiayaan/investasi baru netto sebesar Rp 1,3 triliun dengan komposisi pembiayaan yang relatif seimbang di antara mobil baru dan mobil bekas.

Salah satu pilar bisnis utama yang dimiliki Andalan Finance adalah integrasi layanan keuangan-pembiayaan AFI ke dalam jaringan dealership Toyota di bawah kendali Nasmoco Group.

Andalan Finance mematok target pertumbuhan volume usaha secara moderat sebesar 30% untuk 2012, sementara kebutuhan pendanaan yang diperlukan sebesar sekitar Rp 2,1 triliun yang bakal diambil dari modal internal perusahaan maupun dukungan pendanaan dari perbankan nasional.


(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads