"Kalau terjadi apa-apa di Eropa, perbankan kita masih kuat," ungkap Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2012: 'Badai Krisis Ekonomi dan Jebakan Liberalisasi' di Jakarta, Rabu (30/11/2011).
Halim memaparkan, bank sentral mencatat nilai total kredit perbankan mencapai Rp 722,05 triliun. Di mana sebanyak Rp 623,72 triliun atau 86% ada di dalam negeri, sementara sisanya sebesar 14% atau sebesar Rp 98,33 triliun di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dari sisi CAR alias rasio kecukupan modal juga cukup tahan terhadap kemungkinan terjadinya 100% default negara pemberi utang. Menurutnya CAR masih di kisaran 16%.
"Kita lakukan stress test kalau aset portofolio ini memburuk. Hasil stress test BI menunjukkan bahwa perbankan nasional akan tahan terhadap goncangan krisis global karena memiliki eksposur portofolio luar negeri yang relatif rendah," tuturnya.
Hasil stress test, lanjutnya, menunjukkan untuk default portofolio di AS, CAR perbankan masih sebesar 16,18%. Sementara bila terjadi default portofolio di Eropa, CAR perbankan masih di level 16,43%.
(dru/dnl)











































