Menurut Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Walujanto, secara garis besar tidak ada perubahan yang signifikan terhadap strategi pengelolaan utang pemerintah tahun depan.
"Tapi kita melihat bahwa tahun depan situasi pasar akan lebih sulit dibandingkan tahun ini. Sehingga kebijakan penerbitan SBN (surat berharga negara) itu kita perhatikan," katanya dalam seminar di Jakarta, Kamis (1/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah akan mengutamakan penerbitan surat utang di pasar domestik dalam nominasi rupiah tanpa melupakan penerbitan di pasar internasional dengan global sukuk, global bond konvensional dan samurai bond.
"Jadi akan lebih banyak instrumen pembiayaan yang akan kita terbitkan baik itu dalam atau luar negeri," ujarnya.
Pemerintah mengaku akan lebih berhati-hati dalam mengambil utang tahun depan, karena diprediksi situasi pasar akan semakin sulit daripada tahun ini. Pemerintah pun sudah menyiapkan protokol manajemen krisis juga Bond Stabilization Framework.
"Inti dari kedua kebijakan ini adalah bagaimana kita merespon situasi pasar yang kemungkinan akan lebih volatile dengan beberapa langkah kebijakan dan tindakan untuk stabilisasi pasar untuk menjaga kepercayaan pasar dan mencegah terjadinya sudden reversal jika investor asing pull out dari Indonesia," katanya.
(ang/qom)











































