"Jadi kita berupaya mengalihkan kredit yang tergolong konsumtif dari rata-rata 70% menjadi kredit produktif, sehingga pada 2014 sisa 30%," ujar Ketua Asbanda Winny Erwindia kepada wartawan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta (7/12/2011).
Kredit konsumtif tersebut erat kaitannya dengan penyaluran kredit ke para PNS. Karena gaji langsung ditransfer ke bank daerah masing-masing jadi mudah melihat dan menganalisisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Winny mengatakan dalam meningkatkan kredit produktif tersebut, BPD akan meningkatkan kerja sama utamanya dalam penyaluran kredit sindikasi ke proyek-proyek infrastruktur.
"Proyek-proyek ini kan jelas melampaui BMPK (batas maksimum pemberian kredit) jadi sindikasi. Pada tahun 2008 kita ada kerjasama dengan BPD-PLN untuk proyek 13 PLTU senilai Rp 4,7 triliun," tutupnya.
(dru/dnl)











































