"Kita segera membentuk unit khusus mengelola ini (pembiayaan BUMN dari bank), tapi dilihat dulu peraturannya bisa atau nggak," katanya dalam Rapat Koordinasi Kementerian dan BUMN di Gedung Pertamina Pusat, Jakarta, Senin (12/12/2011).
Dahlan mengharapkan, dengan adanya unit khusus ini, nantinya seluruh BUMN bisa mendapatkan suku bunga yang tidak sama dengan perusahaan lain. "Jadi bisa lebih rendah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada BUMN tertentu yang bunganya sudah single digit ada beberapa yang lain sesuai dengan kategori perusahaannya masih double digit," tutur Zulkifli.
Semua, menurut Zulkifli, tergantung dari kinerja dan assesment bank. Dijelaskan Zulkifli, risiko perusahaan akan dilihat terlebih dahulu, yang mendapat double digit pasti risikonya lebih besar.
"Suku bunga besar itu, dalam biaya perbankan tidak hanya terkait biaya over head tapi juga pengembangan usaha, penambahan cabang ATM dan sebagainya," ungkap Zulkifli.
(dru/ang)











































