Menurut Direktur Utama, Rizqullah Thohuri, langkah ini dilakukan untuk memperbesar pasar pembiayaan perseroan. Sebelumnya, layanan kredit mikro atau lainnya berada di kantor cabang.
"Dengan adanya unit khusus, kami harapkan kinerja kami di sektor (UMKM) itu bisa lebih maksimal. Untuk RBB tahun depan kita harapkan Rp 7 triliun," kata Rizqullah di Jakarta, (12/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mau fokus untuk pendekatan ke pasar. Kami belum tahu angkanya. Namun ke depan, kami berharap porsi pembiayaan ke sektor mikro ini akan sekitar 70%," ucapnya.
Penetrasi melalui pembukaan kantor pelayanan khusus mikro telah dilakukan perseroan sejak pertengahan 2010, dengan menggandeng Koperasi Syariah Baitul Mal Wal Tamwil (Inkopsyah BMT). Melalui kerjasama dengan Inkopsyah, keduanya menargetkan penyaluran kredit Rp 10 miliar.
"Tahun depan dalam RBB kami juga menargetkan aset Rp 10 triliun, dengan DPK (dana pihak ketiga) Rp 9 triliun," tegasnya.
(wep/ang)











































