"Kita mendorong agar memperbanyak obligasi dengan tujuan ganda. Pertama, supaya tata kelola perusahaan itu tambah profesional, dengan menerbitkan obligasi kan perusahaan tidak bisa tidak profesional," jelas Dahlan saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (12/12/2011).
"Kedua adalah supaya persepsi publik terhadap BUMN itu segera berubah bahwa manajemen BUMN itu profesional, kalau tidak profesional mana bisa menerbitkan obligasi. jadi kita dorong menerbitkan obligasi," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak harmonisnya direksi, saya tidak akan membiarakn jajaran direksi yang tidak harmoni, saya akan tangani. Saya minta dianggap sebagai Chairman-CEO, jadinya saya tidak terlalu menteri karena nanti ada yang bilang menteri kok ikut-ikutan," jelasnya.
"Nanti kalau ada masalah yang saya bela dirutnya dulu, tim ini tidak bisa seperti musuh dalam selimut, tapi nanti kalau sudah dikeluarin, tahunya dirut yang kurang ajar, dirutnya harus pergi juga, jadi maksudnya saya, daripada dua-duanya pergi, jadi rukunlah," imbuh mantan Dirut PLN itu.
(nia/qom)











































