Demikian diungkapkan oleh Ekonom Chatib Basri ketika ditemui disela acara Mandiri Economic Forum 2011 di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (15/12/2011).
"Redenominasi pada dasarnya bagus untuk efisiensi. Namun, dalam proses redenominasi orang harus hati-hati dalam sosialisasi karena kita orang belum terbiasa angka 1.000 dengan nol tiga di ganti dengan hanya angka 1," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Chatib mengatakan, perlu diperhatikan lebih jauh yang berhubungan dengan aspek legal administratif. Karena, urusannya bisa panjang.
"Misalkan soal properti katakanlah dalam 10 tahun lalu itu berapa miliar utang properti korporasi. Nah, ketika di redenominasinya berapa jadinya ada pembulatan pastinya dan ada aspek legal yang berubah," tuturnya.
"Yang penting nilai yang di redenominasi itu sosilasinya tepat dan dalam waktu yang bersamaan diedarkan dua mata uang lama dan hasil redenominasi," imbuh mantan staf ahli Menkeu Sri Mulyani ini.
Menurutnya redenominasi pasti akan lebih banyak manfaatnya terutama dalam hal efiesensi.
"Misalnya mau beli Blackberry itu uangnya berapa banyak di dompet kan kalau cash? Nah dengan redenominasi jauh lebih efisien," pungkasnya.
(dru/qom)











































