Semester I, BNI Raih Laba Bersih Rp 1,5 Triliun
Rabu, 21 Jul 2004 11:32 WIB
Jakarta - Bank Negara Indonesia (BNI) hingga semester I 2004 berhasil meraih net profit sebesar Rp 1,5 triliun dengan NPL nett dibawah lima persen. "Ini menunjukkan progres restrukturisasi keuangan kami sudah di jalan yang benar," kata Dirut BNI Sigit Pramono di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu (21/7/2004).Sigit juga menjelaskan divestasi penjualan 30 saham pemerintah melalui secondary offering saat ini hanya menunggu persetujuan dari DPR dan diharapkan bisa dilaksanakan pada September atau Oktober tahun ini."Dengan penyempurnaan identitas BNI kita siap melangkah pada upaya-upaya lain, termasuk privatisasi," ujarnya. Mengenai pelepasan saham selanjuutnya, menurut dia, diserahkan kepada pemegang saham.Terkait dengan corporate action penerbitan oblgasi sub ordinasi, Sigit mengatakan BNI menunda rencana itu karena terkait dengan kondisi pasar yang tidak kondusif. "Sehingga kalau dipaksasan pada situasi seperti akan menimbulkan cost of fund yang tinggi dan kita memilih wait and see," ujarnya. Yang jelas, lanjut Sigit, seluruh persiapan pelaksanaan corporate action sudah dijalankan BNI. Jika pasar kondusif, BNI akan siap melakukannya. "Kita tunggu sampai pasar membaik karena dalam renacna besar BNI perlu menerbitkan sub debt. Penerbitan ini rutin untuk kebutuhan permodalan dan pengembangan usaha," ujarnya.Peluncuran Logo BaruDalam kesempatan itu, BNI juga mengumumkan pergantian logonya. Hal itu dilakukan dalam rangka mencapai tahap transformasi perusahaan akan melakukannya dengan re-branding dan penyempurnaan identitas perusahaan. Jika dulu BNI terkenal dengan perahu layarnya, sekarang diganti dengan angka 46 berwarna orange dan tulisan BNI yang lebih besar.Sigit membantah pergantian logo itu sebagai hal yang tidak mencerminkan nasionalisme. "BNI selama 58 tahun bisa bertahan, tidak semua bank bisa bertahan selama itu," ujarnya.
(nit/)











































