Krisis Terjadi Berulang-ulang, OJK Harus Cepat dan Tepat

Krisis Terjadi Berulang-ulang, OJK Harus Cepat dan Tepat

- detikFinance
Rabu, 21 Des 2011 10:20 WIB
Krisis Terjadi Berulang-ulang, OJK Harus Cepat dan Tepat
Jakarta - Wakil Presiden Boediono berharap lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat memberikan keputusan yang cepat dan tepat saat terjadi krisis. Manajemen krisis sangat diperlukan guna menanggapi tekanan-tekanan di sektor keuangan.

"Dalam masa krisis, krisis tidak bisa kita abaikan, di dunia kita ini ada tahap krisis atau tekanan-tekanan sektor keuangan bisa terjadi berapa tahun sekali, untuk itu manajemen krisis sangat-sangat penting," ujarnya dalam Pembukaan Seminar Nasional OJK di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (21/12/2011).

Untuk itu, lanjut Boediono, OJK sebagai protocol management crisis, perlu berkoordinasi dengan instansi lain seperti Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna mengambil keputusan dalam kondisi krisis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan sampai nanti krisis, ada kemacetan dalam pengambilan keputusan. Di sini kuncinya, jangan sampai disalahkan setelah lewat masa-masa genting. Pengambilan keputusan harus cepat, tepat, dan ada yang bertanggung jawab. Kalau tidak ada yang bertanggung jawab, tidak ada yang tangani," tegasnya.

Boediono menambahkan dalam OJK sangat diperlukan independensi sehingga bisa terlepas dari intervensi yang merugikan.

"Jangan sampai ada intervensi yang tidak patut dalam pengambilan keputusan, tidak boleh ada intervensi lain," ujarnya.

Namun, keindependensian tadi, lanjut Boediono, bukan berarti terlepas pula dari koordinasi antar lembaga terkait.

"Sebagai pengendali sistem keuangan yang lebih luas, kita lihat sistem koordinasi, komunikasi antar lembaga ini harus ada. Jadi independensi ini apa, bukan lepas tapi ada kaitan dengan sistem," pungkasnya.

(nia/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads