Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja disela seminar nasional OJK di Gedung Dhanapala, Jakarta, Rabu (21/12/2011).
"Kredit sampai akhir tahun 2011 mencapai 27-30% pertumbuhannya dikontribusi oleh KPR yang meningkat 50 persen atau mencapai Rp 27 triliun sampai akhir tahun," ungkap Jahja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KKB cukup besar mencapai Rp 22-24 triliun," katanya.
Menurut Jahja, promo KPR BCA yang diperpanjang hingga akhir Desember 2011 perihal bunga 7,5% cukup mendorong tumbuhnya KPR.
Pada bagian lain, Jahja mengatakan kebijakan BI yang akan diterapkan perihal loan to value (meningkatkan down payment) Jahja mendukung penuh aturan tersebut. Pasalnya, saat ini banyak bank yang berani memberikan DP hingga 0%.
"Kalau saya mendukung justru kalau dilihat LTV rendah sekali tidak baik, bahkan ada yang nol. Minimal 20-30%, saya kira wajar. Atau DP harus 20-30%," ungkapnya.
Menurutnya, perbankan mesti melihat risiko dari kredit yang akan diberikan. Ketika terjadi shock, Jahja mengatakan perbankan akan aman jika nasabah memberikan DP cukup besar.
(dru/qom)











































