Perbankan di Indonesia Paling Doyan 'Obral' Hadiah ke Nasabah

Perbankan di Indonesia Paling Doyan 'Obral' Hadiah ke Nasabah

- detikFinance
Rabu, 21 Des 2011 16:10 WIB
Perbankan di Indonesia Paling Doyan Obral Hadiah ke Nasabah
Jakarta - Perbankan Indonesia jadi satu-satunya di Asia yang memberikan banyak hadiah kepada nasabahnya. Dengan iming-iming hadiah televisi, sepeda motor, hingga mobil sekalipun berani diberikan untuk menarik dana nasabah.

"Di kawasan kita hanya Indonesia yang menyediakan dana-dana seperti itu," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah ketika dikonfirmasi dalam seminar nasional tentang OJK di Gedung Dhanapala, Jakarta, Rabu (21/12/2011).

Halim mengungkapkan, di negara lain bank berlomba-lomba berpromosi dengan mensponsori acara-acara tertentu seperti pertandingan olahraga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di negara lain metodenya lain, mungkin jadi sponsor turnamen golf, sepakbola, tidak menyediakan bagi-bagi hadiah," ujar dia.

Halim mengatakan, BI tengah mengkaji pembatasan pemberian hadiah bagi nasabah. LPS mengungkapkan, ketika bank kolaps dan ditutup, komponen hadiah masuk dalam perhitungan bunga bank. Jika menurut perhitungan tersebut, bunga bank di atas bunga LPS, dana pihak ketiga tak dijamin LPS.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank umum Nasional (Perbanas) Sigit Pranomo menyambut baik usulan BI yang segera melakukan pembatasan pemberian hadiah yang selama ini dilakukan oleh industri perbankan.

"Sebetulnya begini, itukan semata-mata masalah permasaran, kalau pada akhirnya diatur serentak dan mematuhi bagi kami tidak keberatan," katanya.

Namun Sigit mengatakan pada dasarnya banyak praktik di industri perbankan yang diam-diam tetap memberikan hadiah.

"Yang keberatan itu kalau bank satu tidak memberikan hadiah tapi yang satu diam-diam memberikan hadiah. Jadi menurut saya kalau di atur serantak dan semuanya nggak ada masalah kan," jelas Sigit.

Dengan adanya pembatasan tersebut, Sigit mengatakan hanya tingkat suku bunga, pelayanan jaringan dan kemudahan yang akan menjadi target persaingan antar bank.

"Kalau begitu kan persaingannya hanya mulai dari tingkat suku bunga. Layanan jaringan dan kemudahan dan jadi fokus. Kalau memang tidak boleh memberi hadiah saya sebagi ketua asosiasi ya setuju," jelasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads