Meski angka pemalsuan turun, namun BI meminta seluruh masyarakat untuk mewaspadai terus peredaran uang palsu. Meskipun rasionya terus menurun namun masyarakat diminta tetap hati-hati dalam menerima uang apalagi memasuki hari raya Natal 2011 dan Tahun Baru 2012.
"Secara kuantitas, jumlah temuan uang palsu pada tahun 2011 selama periode bulan Januari-Oktober 2011 sebanyak 9 bilyet per 1 juta lembar uang Rupiah yang beredar. Sebagai informasi, jumlah temuan uang palsu pada tahun 2010 rata-rata sebanyak 20 bilyet per 1 juta lembar uang Rupiah yang beredar," ujar juru bicara BI Difi Johansyah dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (28/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BI terus meningkatkan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dan cara memperlakukan uang rupiah dengan baik antara lain melalui kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat di daerah tertentu seperti pasar, perbankan, terminal/stasiun, dan pusat keramaian lainnya," jelas Difi.
Selain itu, sambung Difi melalui Training of Trainers (TOT) dengan intansi terkait seperti. Pertamina, Perum Pegadaian, Trans-Jakarta, serta melalui pentas budaya seperti wayangan (wayang kulit, wayang golek, cengblong).
Ditambahkan Difi, BI juga terus melakukan kerjasama yang lebih intensif baik dengan POLRI, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BOTASUPAL) serta aparat penegak hukum lainnya
"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan uang. Untuk menghindari peredaran uang palsu, masyarakat diminta untuk selalu cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang Rupiah (Ingat 3D β Dilihat, Diraba, Diterawang)," pungkasnya.
(dru/qom)











































