"Penambahan modal kepada CIMB Niaga Syariah merupakan komitmen Manajemen CIMB Niaga untuk mendukung pertumbuhan bisnis perbankan syariah khususnya pembiayaan, serta menjaga rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)," kata Direktur Retail Banking dan Syariah CIMB Niaga Ferdy Sutrisno dalam siaran persnya, Kamis (29/12/2011).
Ferdi menjelaskan, penambahan modal CIMB Niaga Syariah akan mendukung pertumbuhan bisnis perbankan syariahnya. Hal itu karena modal merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan pembiayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Head of Syariah Banking CIMB Niaga U Saefudin Noer, menambahkan dalam dua tahun terakhir, penambahan modal telah dilakukan sebanyak tiga kali. Penambahan pertama sebesar Rp 135 miliar dilakukan pada Maret 2010. Sedangkan yang kedua sebesar Rp 100 miliar dilakukan pada Juni 2011.
"Adapun yang terakhir sebesar Rp 100 miliar dilakukan pada 9 Desember 2011 sehingga total modal disetor CIMB Niaga Syariah menjadi Rp 450 miliar. Jadi, dalam dua tahun terakhir, kami bersyukur modal CIMB Niaga Syariah bertambah tiga kali," kata Saefudin.
Saefudin juga menyebutkan, sejumlah indikator bisnis CIMB Niaga Syariah terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data publikasi per September 2011, pembiayaan disalurkan CIMB Niaga Syariah tercatat meningkat 95% dari Rp 1,45 triliun per September 2010 menjadi Rp 2,82 triliun per September 2011.
Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 95% dari Rp 1,76 triliun menjadi Rp 3,44 triliun. Meningkatnya kedua indikator bisnis ini mendorong peningkatan aset sebesar 71% dari Rp 2,46 triliun per September 2010 menjadi Rp 4,21 triliun per September 2011. Adapun rasio CAR per September 2011 berada di level 13,32%.
Peningkatan kinerja pembiayaan syariah diikuti membaiknya kualitas aktiva produktif. Rasio pembiayaan bermasalah bersih atau Net Non Performing Financing (Net NPF) per September 2011 yang sebesar 0,5%, masih lebih rendah dibanding net NPF per September 2010 yang sebesar 0,7%. Angka ini masih berada dibawah ketentuan Bank Indonesia yang sebesar 5%.
"Dengan demikian, peningkatan pembiayaan CIMB Niaga Syariah dikelola melalui praktik perbankan syariah yang prudent dan sesuai prinsip syariah," kata Saefudin.
(dru/ang)











































