Redenominasi Penting Bagi Anak-Anak Karena Ajaran Sekolah Tak Nyambung

Redenominasi Penting Bagi Anak-Anak Karena Ajaran Sekolah Tak Nyambung

- detikFinance
Kamis, 29 Des 2011 19:10 WIB
Redenominasi Penting Bagi Anak-Anak Karena Ajaran Sekolah Tak Nyambung
Jakarta - Penyederhanaan nilai mata uang rupiah atau lebih sering disebut redenominasi, bagi Gubernur Bank Indonesia (BI) sangat penting bagi anak-anak. Selama ini pembelajaran di sekolah tidak sesuai dengan kondisi pada kehidupan nyata.

"Redenominasi penting, karena anak-anak sekarang hitungannya tidak seperti hitung-hitungan sehari-hari. Ada yang nggak nyambung," kata Darmin dalam Seminar Pendidikan Keuangan dan Perbankan untuk para Guru di Jakarta, Kamis (29/12/2011).

Ia mengaku kasian pada anak-anak. Selama mengenyam pendidikan mereka diajakkan berhitung satu sampai dua digit. Padahal saat membelanjakan uang, nilainya ribuan bahkan puluhan ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sekolah dia berhitung 4+7 = 11. Tapi dia mau beli gula Rp 3.000, atau Rp 1.000. Tidak ada hitung-hitungan 4+7 dalam kehidupan sehari-hari. Yang ada 2.500 + 4.000. Menurut saya ada yang salah," tegasnya.

"Program redenominasi, jangan menyangka nilai uang turun. Tapi diikuti bersama harga barang. Itu bisa kita rancang dan banyak negara yang melakukan itu berhasil," tambah Darmin.

Dalam mendidik, pelajar dibiasakan menghafal. Seperti satuan meter, sentimenter (cm). Padahal pengetahuan ini bisa didapat pada kehidupan sehari-hari.

"Kita hafal kalau 1 meter = 100 cm. Kita dididik terlalu banyak menghafal. Padahal bisa dengan sendirinya tahu begitu dengar namanya. Seperti Sen (mata uang) sama dengan cm, karena berkelipatan 100," ujarnya.

Dalam kajian sebelumnya, redenominasi akan menghilangkan 3 nol dalam nominal rupiah sekarang, namun tidak akan mengurangi nilainya. Misalnya adalah uang Rp 1.000.000 nantinya menjadi Rp 1.000 namun nilainya tidak berkurang.

BI beberapa kali menegaskan, redenominasi bukanlah sanering karena nilai rupiah tidak akan berkurang setelah redenominasi. BI memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yakni sosialisasi yang semula dilaksanakan di tahun ini.

"Program ini tetap jalan. Kita fokus pada rancangan UU-nya. Redenominasi akan masuk Prolegnas (Program Legislasi Nasional)," tegas Darmin.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads