Demikian disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan BRI Muhammad Ali dalam siaran pers, Selasa (3/1/2012). "Penurunan ini merupakan bagian dari rangkaian penurunan yang telah dilakukan sejak tahun 2011 lalu," jelas Ali.
Adapun untuk kredit korporasi, bunganya diturunkan menjadi 10% di akhir Desember 2011 dari 10,68% di Maret 2011. Kemudian kredit ritel bunganya turun 1% lebih dari 12,86% di Maret 2011 menjadi 11,75% di akhir Desember 2011. Untuk KPR, bunganya turun lebih dari 1% dari 11,49% di Maret 2011 menjadi 10,25% di akhir Desember 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BRI berharap dengan penurunan bunga kredit ini maka ekspansi kredit perseroan serta mendorong pergerakan dunia usaha dan sektor riil serta konsumsi yang sifatnya produktif.
Pada kuartal III-2011, BRI berhasil mencatat pertumbuhan kredit sebesar 20,83% atau Rp 47,63 triliun, dari kuartal III-2010 sebesar Rp 228,7 triliun menjadi Rp 276,32 triliun. Usaha Mikro Kecil dan Menengah masih menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit BRI. Kredit Mikro BRI meningkat hingga 32,65% atau menjadi Rp 87,81 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp 66,2 triliun.
(dnl/ang)











































