Realisasi KUR 2011 disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto, di Jakarta, Kamis (5/1/2012). Ia menambahkan, total masyarakat yang mendapat kredit ini mencaai 1.887.520 debitur, atau 143,1% lebih tinggi dari target sebelumnya.
Berikut bulanan KUR sepanjang 2011:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Januari, penyaluran KUR sebesar Rp 1,868 triliun, dengan 151.758 debitur
- Februari, penyaluran KUR sebesar Rp 1,896 triliun, dengan 148.010 debitur
- Maret, penyaluran KUR sebesar Rp 2,704 triliun, dengan 164.650 debitur
- April, penyaluran KUR sebesar Rp 2,389 triliun, dengan 156.479 debitur
- Mei, penyaluran KUR sebesar Rp 2,444 triliun, dengan 164.638 debitur
- Juni, penyaluran KUR sebesar Rp 3,272 triliun, dengan 203.871 debitur
- Juli, penyaluran KUR sebesar Rp 2,892 triliun, dengan 197.132 debitur
- Agustus, penyaluran KUR sebesar Rp 2,983 triliun, dengan 200.521 debitur
- September, penyaluran KUR sebesar Rp 2,786 triliun, dengan 104.918 debitur
- Oktober, penyaluran KUR sebesar Rp 2,168 triliun, dengan 139.422 debitur
- November, penyaluran KUR sebesar Rp 2,069 triliun, dengan 136.354 debitur
- Desember penyaluran KUR sebesar Rp 2,147 triliun, dengan 124.708 debitur
Hingga 23 Desember 2011, BRI ritel telah menyalurkan KUR baru sejumlah Rp 3,005 triliun dengan 15.771 debitur. Sementara BRI mikro telah menyalurkan KUR baru sebanyak Rp 13.537 triliun dengan posisi 1.681.623 debitur. Jadi secara total, BRI telah menyalurkan KUR Rp 16,54 triliun.
Sementara bank lain seperti Bank Mandiri mencatat realisasi penyaluran KUR (30 Desember 2011) Rp 3,396 triliun.
Kemudian, Bank Tabungan Negara (BTN) Rp 933,5 miliar, Bank Bukopin Rp 170,2 miliar, Bank Syariah Mandiri (BSM) Rp 660,3 miliar, dan ke-13 Bank Pembangunan Daerah (BPD) sejumlah Rp 3,569 triliun. Terakhir penyaluran KUR Bank Negara Indonesia (BNI) Rp 3,348 triliun.
(wep/dnl)











































