Pimpinan Usaha Kecil PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ayu Sari Wulandari mengatakan, pola hidup nelayan yang selalu berpindah-pindah jadi alasan bank enggan kasih kredit,
"Kebanyakan nelayan yang terima uang dari kita itu yang harusnya untuk beli kapal malah jadi beli motor. Ini yang tidak bisa kita kontrol. Ada juga nelayan ini nomaden, dia kasih alamat di Cilacap, tapi nanti dia cari ikannya di tempat lain. Jadi kita kan susah mau menagih angsurannya," kata Ayu dalam acara Roundtable Kelautan dan Perikanan di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberlanjutan bahan baku juga menjadi kendala yang sering dihadapi nelayan dan sektor perikanan. "Sebenarnya banyak industri pengolahan yang masuk permohonannya ke kita, misalnya untuk beli mesin 5 tahun, nah apakah dalam 5 tahun ini bahan baku akan tetap ada atau tersedia?" ujarnya.
Ayu mengaku sebenarnya perbankan sangat ingin masuk ke dalam sektor perikanan asalkan rantai suplai bahan baku bisa dikontrol. "Yang terpenting suplai chain bisa dikuasai atau dikontrol," tutup Ayu.
Industri perbankan memang selama ini menjauhi nelayan dan sektor perikanan khususnya dalam pemberian kredit. Bankir pun buka suara soal alasan bank menjauhi nelayan dan sektor perikanan. (dnl/dnl)











































