Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, pemerintah mematok target sampai Rp 30 triliun hingga akhir tahun 2012.
"Pelaksanaan KUR jauh di atas Rp 20 triliun pada tahun 2011, yaitu mencapai Rp 29 triliun dengan nasabah sebanyak 6 juta debitor," katanya di kantornya, Lapangan Banteng, Selasa (10/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini naik Rp 10 triliun, realisasi diperkirakan akan lebih di atas Rp 30 triliun," ungkapnya.
Menurutnya, sebesar 34% diharapkan masuk ke sektor hulu, ke enam industri, yakni, perindustrian, kehutanan, perdagangan, UKM (usaha kecil menengah), koperasi, kelautan perikanan, industri kreatif.
Melalui Penyaluran KUR sendiri diharapkan bisa meningkatkan kapasitas debitor penerima KUR ke tingkat yang lebih baik, atau biasa disebut usaha yang naik kelas. Penyaluran KUR sendiri dilakukan oleh tujuh bank umum dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).
"Dilaporkan lebih dari 600 ribu nasabah KUR meningkat kelasnya menjadi komersial, nonbankable jadi bankable. Ke depan kualitas kita tingkatkan, agar nasabah terus naik kelas dengan peningkatan aksesibiliti masyarakat terhadap KUR," tutup Hatta.
Ditempat yang sama Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Iqbal Latanro mengatakan BTN mengalami peningkatan target di 2012. Adapun peningkatannya menjadi Rp 950 miliar penyalurannya.
"Kenaikan menjadi Rp 950 miliar dari sebelumnya Rp 850 miliar di 2012. Nah sampai Desember 2011 kita sudah menyalurkan hingga Rp 933 miliar," ungkap Iqbal.
(dru/ang)











































