Bank Asing Tak Mau Pasang Target Kredit Tinggi

Bank Asing Tak Mau Pasang Target Kredit Tinggi

- detikFinance
Kamis, 12 Jan 2012 16:28 WIB
Jakarta - Industri perbankan selama 2012 menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 23,6% atau lebih rendah dari target 2011 yang mencapai 24,4%. Perbankan memang terlihat lebih pesimis di 2012 ini, BI mencatat bank asing yang paling terlihat 'takut' mematok kredit tinggi.

"Bank ada yang paling rendah itu memasang angka 20%. Dan ini memang terkait dengan kesulitan yang dihadapi bank ini, yaitu kelompok bank asing. Tetapi bank-bank lain di atas 22%," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Menurut Halim adapun alasan bank asing menahan laju kreditnya yakni dikarenakan induknya rata-rata memang mengalami perlambatan. "Namun secara umum dalam rencana bisnis bank (RBB) hasil sementara kompilasi ya bisa dibilang juga bank-bank kita tidak benar pesimistis karena perbankan Indonesia menaruh angka pertumbuhan kredit 23,6%," kata Halim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan yang sama Gubernur BI Darmin Nasution, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga yang disertai terus membaiknya fungsi intermediasi perbankan. Hal ini didukung oleh berbagai kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, industri perbankan semakin solid, sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum 8% dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah 5%.

"Sementara itu, intermediasi perbankan juga semakin membaik, tercermin dari pertumbuhan kredit yang hingga akhir November 2011 mencapai 26% (yoy), di mana kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 36% (yoy), 22,2% (yoy), dan 26% (yoy)," kata Darmin.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads