"Bank ada yang paling rendah itu memasang angka 20%. Dan ini memang terkait dengan kesulitan yang dihadapi bank ini, yaitu kelompok bank asing. Tetapi bank-bank lain di atas 22%," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (12/1/2012).
Menurut Halim adapun alasan bank asing menahan laju kreditnya yakni dikarenakan induknya rata-rata memang mengalami perlambatan. "Namun secara umum dalam rencana bisnis bank (RBB) hasil sementara kompilasi ya bisa dibilang juga bank-bank kita tidak benar pesimistis karena perbankan Indonesia menaruh angka pertumbuhan kredit 23,6%," kata Halim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara itu, intermediasi perbankan juga semakin membaik, tercermin dari pertumbuhan kredit yang hingga akhir November 2011 mencapai 26% (yoy), di mana kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 36% (yoy), 22,2% (yoy), dan 26% (yoy)," kata Darmin.
(dru/dnl)
