Demikian disampaikan Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Pahala N. Mansury di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (13/1/2012).
"Kita sudah ada kepada debitur. Kalau SBDK (suku bunga dasar kredit) korporasi saat ini 10,5%. Pasti salah satunya sudah ada yang di bawah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita perlu usahakan untuk menurunkan komponen pembentuk kredit, yakni cost of fund. Dengan juga menaikkan dana murah," tegasnya.
Berikut Daftar Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) terbaru Bank Mandiri:
Kredit Korporasi 10,50%
Kredit Ritel 12,50%
KPR 11,25%
Non KPR 12,50%
Dalam kesmepatan tersebut, Pahala mengatakan Bank Mandiri membidik pertumbuhan kredit 21% tahun ini, atau lebih tinggi dari target rata-rata pertumbuhan kredit perbankan sebesar 1%.
Salah satu alasan moderatnya target kredit Bank Mandiri adalah rendahnya menyerapan kredit valas tahun ini. "Kita mungkin 21%, kalau yang lain 20%. Ada beberapa hal. Tahun lalu kredit tumbuh didorong oleh valas," jelasnya.
Ia menambahkan, kredit valas bakal turun pada kisaran 10% sepanjang 2012. Ini disebabkan oleh situasi krisis Eropa yang belum usai.
"Dengan adanya situasi Eropa, ada pengaruh jumlah valas yang disalurkan. Eropa kurangi ketersediaan valas. Sampai September kredit valas 23%. Akan jauh sekali," paparnya.
Kenaikan peringkat Indonesia menjadi investment grade, lanjut Pahala tidak memengaruhi pertumbuhan kredit valas. "Secara jangka panjang investment grade adalah yang akses pasar modal, adalah kredit korporasi, komersial, small medium, dan konsumer," tegas Pahala.
Selain itu, kredit berbasis ekspor diprediksi juga turun melihat situasi Eropa belum terkendali. Perusahaan berbasis komoditi akan mengurangi modal kerja seiring turunnya permintaan.
"Namun Mandiri, sejak akhir tahun lalu kredit modal kerja lebih tinggi dibanding kredit investasi. Di dalamnya industri berbasis ekspor tidak tumbuh," imbuhnya.
"Dengan demikian kita harapkan domestik dapat menutup (kredit valas). Kredit rupiah harus lebih cepat di 2012. Sampai akhir 2011 pertumbuhan akan sama dengan September, 28%. Kalau bank hanya tumbuh 25-25,5%," tukas Pahala.
(wep/dnl)











































