BI: Pasar Keuangan Dangkal, RI Ketinggalan Negara Lain

BI: Pasar Keuangan Dangkal, RI Ketinggalan Negara Lain

- detikFinance
Rabu, 18 Jan 2012 11:32 WIB
BI: Pasar Keuangan Dangkal, RI Ketinggalan Negara Lain
Jakarta - Pasar keuangan Indonesia dinilai masih dangkal alias ketinggalan zaman dibanding negara-negara lain. Bank Indonesia (BI) mengaku hal ini menjadi PR (pekerjaan rumah) yang harus dibenahi Indonesia dalam menghadapi era globalisasi.

"Salah satu ketinggalan dari negara lain adalah pasar keuangan sangat dangkal, instrumen sangat sedikit," kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam seminar mengenai investment grade di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (18/1/2012).

Menurutnya, dari sisi instrumen investasi, Indonesia masih tertinggal dari Malaysia dan Filipina meskipun Indonesia telah mendapatkan rating investment grade. Dijelaskan Darmin, diperlukan keterbukaan, akurasi, dan disiplin untuk memperbaiki pasar uang baik dari tingkat mikro dan makro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investment grade sendiri bukan tujuan, tapi sebagai tonggak mengukur diri untuk maju lebih lagi, karena kalau diam saja akan dilewati oleh negara lain. Jadi perlu untuk membenahi," kata Darmin.

Transaksi Pasar Uang adalah transaksi keuangan berjangka waktu pendek (kurang dari 1 tahun), yang meliputi penerbitan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Selain itu termasuk juga instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN).

Seperti diketahui, lembaga rating internasional Fitch Rating telah menaikkan rating surat utang negara Indonesia menjadi BBB- dari BB+ dengan outlook stabil. Bank sentral berharap dalam waktu dekat Indonesia bisa memeroleh rating investment grade dari dua lembaga lainnya, yakni Standard & Poor's dan Moody's.

"Diperlukan instrumen-instrumen lain yang lebih bisa mengakomodir investasi masuk di pasar uang," tegasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads