"Yield (imbal hasil) SBN (Surat Berharga Negara) rupiah dan valas akan semakin rendah (cost of debt berkurang), default risk premium turun," katanya kepada detikFinance, Rabu (18/1/2012).
Selain itu, kata Rahmat, permintaan akan surat utang pemerintah semakin tinggi karena kepercayaan investor global meningkat. Dengan demikian, potensi capital reversal akan menipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Moody's Rating menaikkan peringkat utang luar negeri Indonesia menjadi Baa3 dari sebelumnya Ba1. Outlook untuk peringkat ini ditetapkan stabil.
(ang/dnl)











































