"Dalam RBB 2012 setelah dipanggil BI dan akhirnya ditandatangani kita turunkan bunga kredit 100 bps," kata Direktur Utama BRI, Sofyan Basir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2012).
Dijelaskan Sofyan, hal ini dilakukan BRI guna menyediakan pinjaman murah bagi masyarakat dan dunia usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BRI sendiri telah menurunkan suku bunga kreditnya hingga 1% lebih di akhir 2011.
Adapun untuk kredit korporasi, bunganya diturunkan menjadi 10% di akhir Desember 2011 dari 10,68% di Maret 2011. Kemudian kredit ritel bunganya turun 1% lebih dari 12,86% di Maret 2011 menjadi 11,75% di akhir Desember 2011. Untuk KPR, bunganya turun lebih dari 1% dari 11,49% di Maret 2011 menjadi 10,25% di akhir Desember 2011.
Sementara kredit konsumsi non KPR bunganya turun dari 13% di Maret 2011 menjadi 12,25% di akhir Desember 2011.
BRI berharap dengan penurunan bunga kredit ini maka ekspansi kredit perseroan serta mendorong pergerakan dunia usaha dan sektor riil serta konsumsi yang sifatnya produktif.
Pada kuartal III-2011, BRI berhasil mencatat pertumbuhan kredit sebesar 20,83% atau Rp 47,63 triliun, dari kuartal III-2010 sebesar Rp 228,7 triliun menjadi Rp 276,32 triliun. Usaha Mikro Kecil dan Menengah masih menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit BRI. Kredit Mikro BRI meningkat hingga 32,65% atau menjadi Rp 87,81 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp 66,2 triliun.
(dru/ang)











































