BI Tak akan Ikuti Tren Kenaikan Suku Bunga Dunia

BI Tak akan Ikuti Tren Kenaikan Suku Bunga Dunia

- detikFinance
Selasa, 27 Jul 2004 13:29 WIB
Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aslim Tadjuddin menegaskan, BI tidak akan mengikuti tren kenaikan suku bunga dunia saat ini, terkait kemungkinan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang akan kembali menaikkan suku bunganya hingga 25 basis poin dalam pertemuannya awal Agustus mendatang.Aslim beralasan, tingkat suku bunga saat ini dinilai sudah cukup kondusif bagi perekonomian. "Kita tidak harus mengikuti. The Fed menaikkan suku bunga karena situasi ekonominya mengharuskan mereka menaikkan suku bunga. Situasi kita lain. Sektor riil ekonomi kita masih terlalu rendah, 4,8 persen," katanya.Hal itu dikemukakan Aslim usai mengikuti pelantikan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI di gedung Mahkamah Agung, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/7/2004).Ditambahkan Aslim, meskipun ada kenaikan inflasi di Indonesia, namun kenaikan tersebut belum disebabkan akibat kenaikan permintaan, melainkan dipicu kenaikan tarif telepon, harga bahan dasar atau guncangan suplai. "Jadi obatnya bukan menaikkan suku bunga, tetapi menambah suplai," tegasnya.Namun demikian, jika ada tekanan terhadap permintaan yang cukup tinggi, maka BI akan melakukan langkah-langkah untuk meredakan gejolak di pasar.Aslim juga memperkirakan inflasi tahun ini masih sesuai target yang ditetapkan BI yakni 5,5-6 persen. "Upaya kita adalah tetap disiplin melakukan kebijakan moneter dan tidak perlu menaikkan suku bunga. Kalau kita ingin menyerap kelebihan likuiditas, kita melakukan lelang, tidak perlu menaikkan suku bunga," demikian Aslim Tadjuddin. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads