Pada Kamis (26/1/2012), RBS mengumumkan Hester akan menerima bonus 963.000 poundsterling pada tahun ini, diluar gaji tahunannya yang mencapai 1,2 juta poundsterling atau sekitar Rp 17 miliar.
Bonus itu tetap diberikan meski adanya seruang dari pemerintah Inggris untuk pembatasan gaji di tengah krisis, sehingga langsung memicu kemarahan serikat pekerja dan oposisi Partai Buruh. Fakta bahwa bonus yang diberikan itu hanya setengah dari yang diterima Hester pada tahun lalu, tetap saja memicu amarah dan kritikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan Hester untuk tidak menerima bonus miliaran rupiah itu disambut baik menteri keuangan Inggris George Osborne.
"Ini adalah keputusan yang pantas dan baik sehingga memungkinkan Stephen Hester fokus pada pekerjaannya yang sangat penting, terutama untuk mengembalikan miliaran poundsterling uang pembayar pajak yang sudah diberikan ke RBS," jelas Osborne seperti dikutip dari AFP, Senin (30/1/2012).
Pengumuman itu keluar setelah Partai Buruh menyatakan niatnya untuk menekan voting di parlemen agar Hester meninggalkan bonusnya. Partai Buruh akan membuat debat pada pekan depan.
(qom/qom)











































