Rencana pengembangan ATM Private Label sudah dilaporkan kepada Bank Indonesia (BI). Hingga kini pembahasan masih dalam proses persiapan.
Adanya ATM Private Label akan menguntungkan konsumen, karena pelanggan Indomaret dapat berbelanja sekaligus bertransaksi perbankan tanpa perlu repot mencari ATM bank yang bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya semester I-2012 perseroan siap melakukan uji coba ATM Private Label. Target awal akan terpasang 10 ATM yang berada minimarket Indomaret.
Perseroan bekerjasama dengan mitra ketiga yang terdiri dari vendor pengadaan ATM Private Label, serta perbankan nasional. Vendor selain menyediakan mesin ATM juga merawat dan mengoperasikannya. Sedangkan satu bank, sebagai penghubung sistem dengan ATM perbankan lain.
"Selama ini harus cari-cari ATM sesuai kartunya. Nanti tidak lagi. Perbankan yang biasa pasang ATM di kita juga memiliki banyak pertimbangan. Kalau dekat minimarket ada ATM-nya, nggak mungkin pasang lagi di kita. Terkadang, beda kepentingan antara bank sama kita," paparnya.
Sementara itu, PT Indomarco Prismatama juga masih membuka waralaba tokonya. Biaya investasi untuk tipe 55 rak mencapai Rp 350 juta.
Menurut Wiwiek, dari total 6.009 mini market yang beroperasi saat ini 36% merupakan milik masyarakat. Jangka panjang, perseroan ingin memperbesar porsi waralaba menjadi 40%.
"Saat ini investasi diluar tempat Rp 350 juta. Franchise fee Rp 7,5 juta. Inginnya diperbesar. Namun tahun ini porsi sedikit kurang karena kita ekspansi baru ke wilayah lain tengah kita lakukan. Jadi waralaba belum dilakukan," paparnya.
"Kami juga ingin memperbesar produk private label. Saat ini 7,5% dari total produk. Porsi ini sudah naik 2,5% dari sebelumnya," imbuhnya.
(wep/hen)











































