Kritikan itu disampaikan Perdana Menteri Inggris David Cameron, yang menilai konsep pajak pada saat perekonomian sulit adalah 'gila' dan 'luar biasa'.
"Saya tahu saya menggunakan kata 'gila', tapi saya sungguh berpikir ini adalah hal luar biasa yang dilakukan," ujar PM Cameron dalam konferensi pers usai pertemuan Uni Eropa di Brussel, seperti dikutip dari AFP, Selasa (31/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan dalam semangat kompetisi yang sehat dengan Prancis, jika Prancis menerapkan pajak transaksi finansial, maka pintu akan terbuka dan kami bisa menyambut baik bank-bank Prancis, bisnis dan yang lainnya ke Inggris," imbuh PM Cameron lagi.
Dengan demikian, ia berharap perekonomian Inggris bisa berkembang selama negara tersebut bisa menyeimbangkannya. "Karena saya berpikir ini adalah langkah yang salah," tegasnya.
Presiden Sarkozy sebelumnya mengumumkan rencananya menerapkan pajak transaksi finansial sebesar 0,1% di Prancis mulai Agustus 2012.
Hubungan antara PM Cameron dan Presiden Sarkozy memang memanas dalam beberapa bulan terakhir. Pada Desember, PM Cameron mengkritik rencana Uni Eropa untuk mengatasi krisis. Sarkozy pun berang dan meminta Inggris yang tidak menjadi bagian dari mata uang tunggal euro untuk diam.
(qom/qom)











































