"Sebuah strategi intervensi ganda atau a twin intervention strategy dalam pasar valuta asing dan pasar obligasi pemerintah secara simultan telah dilakukan," ungkap Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono dalam penjelasannya seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Minggu (5/2/2012).
Menurut Hartadi dampak krisis AS dan Eropa memang lebih banyak ke sektor finansial. "Strategi itu difokuskan untuk menstabilkan financial market," kata Dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara itu pada pasar obligasi pemerintah, BI memakai rupiah dari pasar valas untuk membeli obligasi di pasar sekunder. BI lalu menjual dolar AS dan menyerap rupiah yang dipakai untuk membeli obligasi pemerintah," ungkap Hartadi.
"Dua strategi ini bisa menstabilkan harga Surat Berharga Negara dari kejatuhan yang cepat," imbuh Deputi Bidang Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI ini.
Bila menimbang hasil dari obligasi bertenor 10 tahun pernah naik mencapai 8% namun akhir-akhir ini melorot hingga 6,3%.
"Kita juga bisa menstabilkan nilai tukar rupiah dengan strategi ini," tutup Hartadi.
(dru/dru)











































