Yawadwipa Ingin Bank Mutiara Bisa Kalahkan Bank Malaysia

Yawadwipa Ingin Bank Mutiara Bisa Kalahkan Bank Malaysia

- detikFinance
Selasa, 07 Feb 2012 11:18 WIB
Yawadwipa Ingin Bank Mutiara Bisa Kalahkan Bank Malaysia
Jakarta - Secara mengejutkan, perusahaan equity fund yang baru berdiri yaitu Yawadwipa Companies tertarik membeli Bank Mutiara (eks Bank Century) Rp 6,75 triliun. Meski baru sebatas minat, namun Yawadwipa mengaku sudah memiliki rencana besar untuk Bank Mutiara.

Presiden Direktur Yawadwipa C. Christopher Holm mengatakan, pihaknya mempunya visi untuk Bank Mutiara ini, yakni akan dijadikan bank kelas regional pertama di Indonesia seperti bank asal Malaysia yakni CIMB dan Maybank.

"Mutiara bisa menjadi bank pertama di Indonesia yang berkelas regional seperti CIMB dan Maybank asal Malaysia. Memang akan banyak tantangan yang dihadapi ke depan," kata Holm kepada detikFinance, Selasa (7/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui Holm, sebelum memutuskan untuk membeli Bank Mutiara seharga US$ 750 juta atau sekitar Rp 6,75 triliun, Yawadwipa telah secara menyeluruh melihat kinerja operasi dan keuangan bank eks Century yang jadi korban krisis di 2008 ini.

"Kami siap untuk bekerjasama dengan manajemen Bank Mutiara soal rencana pembelian ini serta untuk menyiapkan strategi inisiatif soal langkah-langkah ke depan. Kami ingin bank ini menjadi kuat secara bisnis," jelas Holm.

Seperti diketahui, Yawadwipa baru saja berdiri awal tahun 2012. Saat ini perusahaan tersebut masih menyusun tim dan dana untuk akuisisi Bank Mutiara. Namun sayangnya, tidak disebutkan sumber pendanaan untuk aksi korporasi tersebut.

Yawadwipa mengumumkan rencananya membeli Bank Mutiara (eks Bank Century) senilai Rp 6,7 triliun atau US$ 750 juta juga bermimpi ingin menyamai kesuksesan Farallon Capital dan Grup Djarum membeli Bank Central Asia (BCA).

Selain itu, Yawadwipa memiliki dua kantor, seperti tertulis dalam situs resminya, yaitu di Jakarta dan Singapura. Alamat lengkap kantor Jakarta di Menara 2 lantai 17 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara kantornya di Singapura terletak di Singapore Land Tower lantai 37 di jalan 50 Raffles Place.

LPS sebelumnya menyatakan telah menguasai 99,996% saham PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) melalui bailout senilai Rp 6,7 triliun pada 2008. Pemegang saham lama terdilusi paksa menjadi hanya sebesar 0,004% dan akan hilang setelah dijual nanti. Setelah LPS berhasil menjual Bank Mutiara dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan, pemilik baru akan mengambil alih 100% saham Bank Mutiara.

Hingga akhir 2011, LPS menyampaikan Bank Mutiara memperolehan laba Rp 291 miliar (unaudited). Angka ini naik dari tahun sebelumnya Rp 218 miliar.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads