"Pencapaian ini dimungkinkan berkat dukungan seluruh stakeholder dan kerja keras seluruh karyawan," kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Dari laporan keuangan perseroan, kontribusi terbesar terhadap laba tetap berasal dari pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 2,25 triliun selama 2011, naik 13% dari pendapatan di 2010 sebesar Rp 1,99 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil tersebut, maka pendapatan operasional naik 14% menjadi Rp 2,9 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,55 triliun. Sementara untuk beban operasional tercatat mencapai Rp 1,7 triliun, naik 7% dari Rp 1,59 triliun.
"Dari pendapatan non operasional ada sebesar Rp 13 miliar. Ini naik signifikan dari tahun 2010, yang justru terdapat beban non operasional sebesar Rp 189 miliar karena ada biaya merger," tutur Parwati.
Dari sisi kucuran kredit, perseroan mencatat sebesar Rp 41,27 triliun, naik 31% dari Rp 31,54 triliun. Sedangkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) tercatat naik 20% dari Rp 39,42 triliun menjadi Rp 47,42 triliun.
"Total aset kita per akhir tahun 2011 menjadi Rp 59,83 triliun, naik 19% dari Rp 50,14 triliun," ucap Parwati.
Dari rasio-rasio keuangan lainnya, per akhir 2011, tercatat ROA (return on assets) sebesar 1,9%, ROE (return on equity) 12,9%, NPL gross 1,3%, dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 13,8%.
(dru/dnl)











































