Aslim Tadjudin: Pelemahan Rupiah Akibat Faktor Eksternal
Jumat, 30 Jul 2004 14:10 WIB
Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjudin menilai pelemahan nilai tukar rupiah saat ini lebih banyak disebabkan faktor eksternal meski di dalam negeri terjadi peningkatan permintaan dari korporasi untuk membayar kewajibannya."Ini lebih banyak faktor global bukan karena perubahan data fundamental ekonomi kita. Apalagi sekarang inui akhir bulan terjadi tambahan permintaan oleh korporasi untuk bayar utang," kata Aslim Tadjudin di Gedung Bank Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (30/7/2004).Menurutnya sejumlah mata uang juga mengalami penurunan diantaranya Yen Jepang yang turun menjadi 112 dari posisi sebelumnya 108 demikian juga Euro."Karena mata uang rupiah sudah menjadi mata uang internasional, mau tidak mau rupiah pun turut melemah jika terjadi perubahan dalam perekonomian global," ujarnya.Mengenai antisipasi BI dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed Agustus nanti, Aslim mengatakan sebetulnya BI sudah mengantisipasi beberapa waktu lalu yang tercermin dari kebijakan menaikkan suku bunga pinjaman. Namun demikian Aslim menilai kebijakan suku bunga saat ini masih cukup kondusif bagi dunia usaha.Terkait intervensi, Bank Indonesia memang selalu melakukan monitoring perkembangan nilia tukar terkait permintaan dan penawaran dolar AS di pasar valas. Menurutnya jika BI memandang perlu intervensi hal itu akan dilakukan misalnya jika permintaan terhadap dolar AS cukup tinggi namun suplainya kurang."Kalau begitu kita akan turun agar kurs tidak terlalu tinggi. Tapi kita punya resisten level dan kita ingin jangan sampai resisten level tersebut terlampaui," katanya.Meski rupiah melemah, Aslim yakin sampai akhir tahun posisinya akan tetap aman di level Rp 8.900 per US$ 1 sama seperti yang baru diumumkan oleh pemerintah. "Saya kira sampai akhir tahun masih aman di level sekitar itu," tuturnya.
(san/)











































