Laba Anjlok 16%, Bankir Barclays 'Cuma' Dapat Bonus Rp 30 Triliun

Laba Anjlok 16%, Bankir Barclays 'Cuma' Dapat Bonus Rp 30 Triliun

- detikFinance
Sabtu, 11 Feb 2012 13:01 WIB
Laba Anjlok 16%, Bankir Barclays Cuma Dapat Bonus Rp 30 Triliun
London - Barclays baru saja mengumumkan penurunan laba sebesar 16% di akhir tahun 2011 menjadi hanya 3,01 miliar poundsterling atau sekitar Rp 42,84 triliun. Atas laba ini, bonus karyawannya dipotong 25%.

Salah satu bank raksasa di Inggris itu membukukan laba bersih sebesar 3 miliar poundsterling di akhir 2011 dari sebelumnya 3,56 miliar poundsterling di tahun 2010 lalu.

Setelah dilakukan pemangkasan sebanyak seperempat dari total gaji para bankirnya, maka bonus yang akan dibagikan menjadi sebanyak 2,15 miliar poundsterling atau setara Rp 30,1 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, para bankir di Inggris memang terkenal dengan bonus yang fantastis setiap tahunnya. Namun, pemerintah sudah meminta untuk mengurangi bonus tersebut dalam rangka menghadapi krisis ekonomi.

"Saya bangga atas pencapaian para karyawan Barclays di 2011," kata CEO Barclays Bob Diamond dalam laporan kinerja keuangannya, dikutip dari AFP, Sabtu (11/2/2012).

Diamond yang memimpin 141.000 karyawan Barclays di seluruh dunia mengatakan, bank raksasa tersebut perlu merespons situasi ekonomi juga 'mood' masyarakat terhadap bonus tersebut.

Barclays bukanlah bank yang memerlukan bantuan pemerintah, seperti yang sudah dilakukan terhadap Royal Bank of Scotland (RBS) dan Lloyds Banking Group. Namun tetap saja, bank tersebut juga dituntut untuk mengurangi bonus yagg didapat para bankirnya.

CEO Royal Bank of Scotland, Stephen Hester, sudah dipaksa untuk memotong bonus tahunannya sebesar 963 ribu poundsterling atau sekitar Rp 13,48 miliar.

Sementara Lloyds Banking Group, menyatakan bos mereka, Antonio Horta-Osorio, yang sudah kembali bekerja sejak Januari pasca istirahat dua bulan akibat kelelahan, menolak untuk diberi bonus.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Inggris meminta seluruh bank di negaranya membantu penanggulangan krisis dengan cara memotong bonus dan remunerasi yang diterima pegawainya.

Seluruh bank di Inggris itu sedang dalam pengawasan ketat dalam situasi ekonomi Eropa yang semakin sulit seperti sekarang ini.


(ang/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads