Langkah ini dilakukan menyusul turunnya peringkat utang luar negeri negera pizza tersebut bulan lalu, menjadi BBB+. Pemangkasan ini juga dilakukan di delapan negara Uni Eropa lainnya.
Dalam pernyataan resminya, S&P mengatakan risiko industri perbankan di Italia meningkat ke level 4 dari sebelumnya level 3, dari skala 1-10. Hal ini menunjukkan banyaknya kekurangan dari industri perbankan Italia dalam beberapa bulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan tersebut juga memprediksi lemahnya potensi perolehan laba dari bank-bank tersebut dalam beberapa tahun ke depan sehubungan dengan minimnya modal akibat produk-produk yang ditawarkan, sulit diterima masyarakat pada masa krisis.
"Kami percaya ini akan menjadi faktor negatif bagi stabilitas industri perbanka Italia," imbuhnya.
Situasi finansial bank-bank di Italia merasakan penderitaan yang sama dengan negaranya. Pasalnya, lima bank terbesar di negara asal Ferarri itu memegang surat utang pemerintah cukup besar.
Bank sentral Italia juga sudah meminta kelimanya untuk mengumpulkan dana hingga 15 miliar euro atau setara Rp 180 triliun, untuk memenuhi modalnya dalam rangka membayar surat utang di akhir Juni 2012.
S&P mengatakan, tingginya beban operasional itu akan berujung dengan anjloknya laba bank-bank tersebut. UniCredit, bank dengan aset terbesar di Italia sudah mengumumkan kerugian sebesar 10,6 miliar euro (Rp 127,2 triliun) di triwulan III-2011.
Diantara 34 bank yang dipangkas peringkatnya tersebut, Banca Monte dei Paschi di Siena dan Banco Popolare mendapat peringkat yang lebih rendah dari peringkat negaranya.
(ang/wep)










































