Marzuki: Bank Bangga Untung Rp 50 Triliun, Tapi apa Untungnya Rakyat?

Marzuki: Bank Bangga Untung Rp 50 Triliun, Tapi apa Untungnya Rakyat?

- detikFinance
Senin, 13 Feb 2012 15:35 WIB
Marzuki: Bank Bangga Untung Rp 50 Triliun, Tapi apa Untungnya Rakyat?
Jakarta - Ketua DPR-RI Marzuki Alie mengkritik keberpihakan perbankan BUMN dalam kredit rumah murah program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Ia merasa heran dengan bank-bank yang sudah untung tinggi tapi tidak memberikan untung bagi rakyat.

"Bank bangga mengatakan untung Rp 50 triliun di akhir tahun. Tapi apa untungnya buat rakyat? Apa efek positifnya?," tutur Marzuki Alie di kantornya, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2012).

Sebagai wakil rakyat, diakuinya, kisruh penetapan bunga FLPP baru harus segera diselesaikan. Jangan samppai seluruh pihak merugi, tidak hanya rakyat tapi juga pengembang serta para tukang yang tidak mendapatkan uang karena program FLPP yang merugi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus ada kompromi. Karena kalau tidak ada titik temu, pembangunan berhenti. Developer juga rugi," tuturnya.

"Bicarakan saja. Berapa sih dana FLPP, jika dibandingkan dengan total kredit nasabah perbankan? Apakah akan bangkrut? Jangan hanya seolah-olah ini bisnis sendiri. Ini bank pemerintah, milik negara. Pakai uang negara, uang rakyat juga," paparnya.

Ia pun meminta Menteri BUMN, Dahlan Iskan untuk fokus pada permasalahan FLPP. Dahlan diminta politisi Partai Demokrat ini menjadi mediator antar perbankan BUMN.

"Menteri (BUMN) harus dorong juga. Jangan biarkan (bank) tidak mendukung program pemerintah. Bank BUMN justru tidak menangkap signal dengan baik. Ini kan kebijakan agar masyarakat miskin dapat fasilitas murah," imbuhnya.

Seperti diketahui, program FLPP kini sedang mengalami kekisruhan. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengancam akan menarik dana murah atau dana penyertaan yang ditempatkan pemerintah dalam FLPP di BTN. Hal ini dilakukan jika BTN sebagai bank penyalur FLPP keluar dari program ini.

Sebelumnya Dirut BTN mengancam tidak lagi ikut menyalurkan KPR subsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tahun 2012. Langkah ini diambil jika pemerintah tetap bersikeras menetapkan bunga FLPP rendah.

BTN adalah bank penyalur FLPP yang mengajukan bunga paling mahal yaitu 8,55%. Bahkan setelah pemerintah menghapus beban asuransi kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), bunga BTN tetap paling tinggi 8,22%.

Bunga BTN jauh di atas penawaran bank BUMN lain. Misalkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menawarkan bunga FLPP sebesar 7,12%, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menawarkan 6,35%.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads