Ketua DPR Marzuki Alie pun meminta harus ada kesepakatan bersama perbankan untuk turunkan bunga deposito, jika perlu penurunannya sampai 2%.
"Deposito harus turun 2%, agar mendorong investasi. Banyak orang Indonesia mau cari selamat, yakni orang-orang kaya yang masuk sistem perbankan. Sekarang mau pilih investasi atau taruh di bank," jelas di kantornya, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbankan pun harus bersatu untuk menurunkan tingkat bunga, seperti kebijakan Bank Indonesia (BI). "Kalau selama ini kan bank takut uangnya pindah ke bank swasta. Makanya harus bersama-sama turunkan bunga," paparnya.
"Dengan perbankan dapat sumber dana murah, industri bisa efisien. Selama ini bunga bank tinggi, padahal SBI sudah 5,75%. Sangat rendah. Dan perbankan pemerintah harus jadi motor," tegas Marzuki.
Lanjutnya, tingginya bunga pinjaman terjadi karena beberapa alasan. Pertama, bunga atas dana yang ditempatkan di bank tinggi. Ini menjadikan cost of fund ikut tinggi. Kedua, biaya operasional (over head) bank juga tinggi. Dengan demikian tentu sulit bagi bank efisien. Ketiga, kewajiban penempatan dana di BI (GWM) yang tidak mendapatkan bunga, serta pengaruh besar kecilnya bank, dana komposisi dana.
"Bank luar negeri saja bisa kasih bunga rendah. Over head mereka rata-rata 1%-2%. Kita 3%. Maka beban ke nasabah mahal," ucapnya.
(wep/qom)











































