Marzuki Alie: Bank BUMN Jangan Mikir Rugi Bantu Rakyat

Marzuki Alie: Bank BUMN Jangan Mikir Rugi Bantu Rakyat

- detikFinance
Senin, 13 Feb 2012 18:50 WIB
Marzuki Alie: Bank BUMN Jangan Mikir Rugi Bantu Rakyat
Jakarta - Pihak DPR meminta bank BUMN menjadi motor dalam program subsidi bunga KPR yang digagas pemerintah. Tak mendapat untung pun harusnya tidak apa-apa bagi bank BUMN asalkan untuk rakyat.

Ketua DPR Marzuki Alie meminta bank BUMN lebih efisien mengoperasikan perusahaan. Salah satu caranya dengan mengurangi biaya iklan dan sponsor yang menurutnya tidak perlu.

Partisipasi bank BUMN dirasa Marzuki penting karena mereka merupakan milik negara, yang juga menjadi milik rakyat. Program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat miskin, harus didukung bank-bank plat merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan pikir bank 'wah nanti kami rugi'. Bank kan dibentuk pemerintah, pakai uang negara, uang rakyat. Kebijakan Kementerian Perumahan Rakyat justru tidak ditangkap signalnya. Bank-bank pemerintah harus jadi motor. Dukungan saya sebagai pribadi (terhadap FLPP). Tindak lanjutnya ada di komisi XI. Saya belum dapat laporannya sampai kini," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2012).

Di sisi lain, Marzuki mengkritik kebijakan pemerintah yang sering menyedot keuntungan perbankan BUMN dalam bentuk dividen. Harusnya, perusahaan negara jangan setor dividen dalam jumlah besar. Pasalnya, laba hasil operasi bisa dialokasikan untuk investasi, demi memajukan perusahaan.

"Bayar dividen besar, ini perusahaan nggak berkembang. Padahal dengan investasi dampaknya akan luar biasa. Akan ada multiple effect yang lebih dari sekadar dividen. Akan ada kesempatan kerja lebih besar, penerimaan pajak," ucapnya.

"Seperti ayam, kalau telurnya terus-terus diambil kapan dapat anaknya. Padahal kalau diternak, berapa banyak yang bisa dihasilkan," imbuh Marzuki.

Marzuki sebelumnya harus mengkritik keberpihakan perbankan BUMN dalam kredit rumah murah program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Ia merasa heran dengan bank-bank yang sudah untung tinggi tapi tidak memberikan untung bagi rakyat.

"Bank bangga mengatakan untung Rp 50 triliun di akhir tahun. Tapi apa untungnya buat rakyat? Apa efek positifnya?," tutur Marzuki.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads