Ketua DPR Marzuki Alie meminta bank BUMN lebih efisien mengoperasikan perusahaan. Salah satu caranya dengan mengurangi biaya iklan dan sponsor yang menurutnya tidak perlu.
Partisipasi bank BUMN dirasa Marzuki penting karena mereka merupakan milik negara, yang juga menjadi milik rakyat. Program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat miskin, harus didukung bank-bank plat merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Marzuki mengkritik kebijakan pemerintah yang sering menyedot keuntungan perbankan BUMN dalam bentuk dividen. Harusnya, perusahaan negara jangan setor dividen dalam jumlah besar. Pasalnya, laba hasil operasi bisa dialokasikan untuk investasi, demi memajukan perusahaan.
"Bayar dividen besar, ini perusahaan nggak berkembang. Padahal dengan investasi dampaknya akan luar biasa. Akan ada multiple effect yang lebih dari sekadar dividen. Akan ada kesempatan kerja lebih besar, penerimaan pajak," ucapnya.
"Seperti ayam, kalau telurnya terus-terus diambil kapan dapat anaknya. Padahal kalau diternak, berapa banyak yang bisa dihasilkan," imbuh Marzuki.
Marzuki sebelumnya harus mengkritik keberpihakan perbankan BUMN dalam kredit rumah murah program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Ia merasa heran dengan bank-bank yang sudah untung tinggi tapi tidak memberikan untung bagi rakyat.
"Bank bangga mengatakan untung Rp 50 triliun di akhir tahun. Tapi apa untungnya buat rakyat? Apa efek positifnya?," tutur Marzuki.
(wep/dnl)











































